Laman

Sabtu, 08 November 2014

TERAPI BEKAM (Hijamah)

Terapi bekam adalah terapi dengan metode mengeluarkan darah rusak, atau darah kotor, atau toksin dalam tubuh yang berada di bawah jaringan kulit melalui permukaan kulit.

Terapi bekam di Indonesia pada zaman dahulu lebih dikenal dengan sebutan canthuk, canduk, mambakan, kop, dan lain-lain. Namun, di Indonesia sendiri juga terdapat beberapa metode, termasuk perlengkapan yang digunakan. Terapi bekam di Indonesia pada zaman dahulu banyak yang menggunakan teknik terapi bekam api, seperti menggunakan gelas minum dengan cara membungkus uang logam dengan kertas kemudian dinyalakan dengan api yang kemudian ditutup dengan gelas minum tadi. Cara ini sangat efektif bagi pasien dengan kondisi tubuh kedinginan, ataupun pasien dalam kondisi masuk angin, efek panas yang ditimbulkan dapat membuang angin dan memberikan rasa hangat pada tubuh. Namun, teknik terapi bekam pada zaman dahulu memiliki banyak kekeurangan, salah satunya yaitu belum banyak yang mengenal istilah sterillisasi (membebaskan alat dari kuman dan bakteri).

Istilah bekam, di Indonesia lebih populer dan dikenal padad sekitar tahun 1990-an, namun memiliki prinsip dasar dan perlengkapan yang sedikit berbeda dari teknik terapi bekam (Canthuk) pada masa sebelumnya. Pada saat orang mengenal dengan istilah terapi bekam, saat itu sudah mulai dibarengi dengan pendekatan secara medis, termasuk dalam cara penanganan terhadap pasien maupun perlengkapan untuk menunjang kelengkapan terapi, dan disini sudah mulai mengenal istilah sterillisasi.

Terapi bekam di Eropa juga banyak berkembang, mereka menyebutnya dengan istilah Cupping Therapy. Seperti halnya di Indonesia, mereka juga memiliki prinsip dasar teori dan titik-titik atau peta terapi bekam sendiri.

Terapi bekam di China dikenal dengan sebutan Pa Hou kuan. Bangsa China terkenal dengan masyarakatnya yang rajin. Mereka sangat rajin dalam mendokumentasikan, atau menuliskan penelitian-penelitian, serta penemuan-penemuan mereka dalam segi kesehatan dalam bentuk buku. Oleh karena itu, titik terapi bekam yang sering digunakan dan paling diakui di dunia adalah titik-titik atau peta bekam dari China, walaupun di setiap negara di Eropa, Timur Tengah, maupun di India juga memiliki peta bekam sendiri-sendiri.

Keberadaan terapi bekam yang sebenarnya adalah muncul sejak zaman nabi Musa a.s. Namun pada zaman Nabi Muhammad SAW ada sahabat yang menanyakan tentang terapi bekam kepada Rasulullah SAW, baru Rasulullah SAW mensunnahkan kepada ummatnya untuk berbekam.

Dari Sa’id bin Jubair, dari Ibbnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya kesembuhan itu terdapat dalam tiga hal. Yaitu minum madu, sayatan dengan alat bekam, dan kay. Namun aku melarang umatku melakukan kay."
(kay adalah sundutan dengan besi panas)

Didalam hadits lain,
Dalam Sunan Ibni Majah, dari hadits Jabaroh bin Mughollis (seorang perowi dho’if), dari Katsir bin Salim, ia berkata :
Aku mendengar Annas bin Malik berkata : Rasulullah SAW bersabda :
Aku tidak berjalan dihadapan sekelomok malaikat pada malam ketika aku diisra’kan, kecuali mereka berkata : Wahai Muhammad, perintahkanlah umatmu untuk berbekam.

Masyarakat di Timur tengah lebih mengenal terapi bekam dengan Hijamah.Teknik terapi bekam di Timur Tengah lebih benyak mengenal dan menggunakan titik-titik sunnah, yaitu titik-titik terapi bekam yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Akan tetapi di Indonesia sendiri banyak yang menggabungkan tehnik, teori, dan prinsip-prinsip terapi bekam dari Eropa, Timur Tengah, dan China, termasuk dengan peta bekamnya.

Hingga saat ini....Alhamdulillah di Indonesia banyak sekali masyarakat yang sudah mulai mengenal dan mengamalkan terapi bekam. hal tersebut memiliki dampak yang positif dari segi ilmu kesehatan. Semoga dengan terapi bekam masyarakat di Indonesia dan di dunia semakin lebih mengenal tentang Islam dari ilmu agamanya dan juga ilmu kesehatannya yang dibawa dan diajarkan oleh Rasulullah SAW, serta dapat menambah keimanan kita...Aamin yaa robbal'alamin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar